• TEMUKAN SAYA DI FACEBOOK
    Ini sebagai bentuk pertemanan antara saya dan pengunjung semuanya, Trimakasih atas kunjungannya.

Monday, July 25, 2011

Teknik Observasi

Sanafiah Faisal dan Wahyudi mengatakan bahwa dalam penelitian kualitatif observasi merupakan instrumen yang utama (Faisal, 1990 : 45, Wahyudi,1998 : 4), maka dalam penelitian ini observasi adalah metode utama yang dimanfaatkan peneliti dalam mengumpulkan data yang terkait dengan pokok masalah yang digarap. Dalam observasi peneliti harus terlibat langsung dalam upaya mengumpulkan data, supaya peneliti mengamati semua peristiwa yang berkaitan dengan permasalahan pokok yang diteliti secara langsung.
Teknik observasi adalah teknik untuk memperoleh informasi dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, sehingga informasi yang didapatkan sesuai dengan kenyataan atau fakta yang ada.
Teknik pengambilan data dengan Observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Observasi sangat sesuai digunakan dalam penelitian yang berhubungan dengan kondisi/interaksi belajar mengajar, tingkah laku, dan interaksi kelompok. Tipe-tipe pengamatan yaitu, pengamatan berstruktur (dengan pedoman), pengamatan tidak berstruktur (tidak menggunakan pedoman). Untuk mencapai tujuan pengamatan, diperlukan adanya pedoman pengamatan. Pengamatan sebagai alat pengumpul data ada kecenderungan terpengaruh oleh pengamat/observe sehingga hasil pengamatan tidak obyektif biasanya disebut dengan hallo efek (kesan yang dibentuk oleh pengamat). Untuk menghindari pengaruh ini digunakan dua atau tiga pengamat yang memiliki latar belakang keilmuan yang serupa.
Dalam PTK, observasi dipusatkan baik kepada proses maupun hasil (interim) tindakan pembelajaran beserta segala peristiwa yang melingkupinya. Sebagaimana telah dikemukakan, sama seperti pada tindakan pembelajaran yang dilaksanakan secara rutin. Pada saat dilaksanakannya suatu tindakan, secara bersamaan juga dilakukan pengamatan tentang segala sesuatu yang terjadi dan tidak terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya, sebagaimana halnya dalam tindakan pembelajaran umumnya, data yang diperoleh dari observasi itu langsung diinterpretasikan maknanaya dalam kerangka piker tindakan perbaikan yang telah direncanakan sebagaimana telah dikemukakan di atas. Pada gilirannya, data dan interpretasi hasil observasi tersebut dijadikan sebagai masukan dalam rangka pelaksanaan retleksi.
Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandanganpandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya. (Diakses dari http://fairuzelsaid.wordpress.com).
Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data/fakta yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan. Observasi membantu menegaskan atau menolak serta melihat kembali tentang apa saja yang telah ditemukan lewat wawancara kuesioner. (Diakses dari http://one.indoskripsi.com/node/8998).
Dengan menggunakan kombinasi dari berbagai sudut pandang di atas sebagai rujukan, dapat dibedakan adanya empat metode observasi yaitu observasi terbuka, observasi terfokus, observasi terstruktur dan observasi sistematik. Namun segera perlu ditambahkan bahwa derajat kebaikan dari metode-metode observasi tersebut dalam konteks PTK, terlebih-lebih apabila guru bertindak sebagai aktor tunggal pelaksana PTK, tentu saja berbeda-beda. Oleh karena itu, para pelaksana PTK perlu secara jeli dan tentu saja berbeda-beda. Oleh karena itu, para pelaksana PTK perlu secara jeli dan kreatif memodifikasi metode-metode observasi yang dimaksud sehingga sejauh mungkin memenuhi harapan baik dari segi mutu data yang dapat dihasilkannya, maupun dari segi kelaikan implementasinya. Pengertian lebih lanjut tentang macam metode observasi yaitu sebagai berikut:
1.      Observasi Terbuka
Sebagaimana disarankan oleh namanya, observasi terbuka dapat secara harfiah dimulai dengan suatu halaman kosong, sehingga pengamat harus berimprovisasi dalam merekam “tonggak-tonggak penting” dalam pengggelaran proses pembelajaran dalam rangka implementasi tindakan perbaikan.Tujuannya adalah agar pengamat dapat merekonstruksi proses implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud dalam diskusi balikan. Varian yang lain yang sebenarnya telah mulai menampilkan struktur adalah dengan penggunaan kategori-kategori besar (broad categories) sasaran amatan yang secara komprehensif mencangkup berbagai tindakan pembelajaran.

2.       Observasi terfokus
Observasi terfokus adalah observasi yang secara cukup spesifik diarahkan kepada sesuatu aspek tindakan guru atau siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh kemungkinan fokus amatan adalah dimensi-dimensi dari strategi bertanya yang dalam suatu episode pembelajaran.

3.      Observasi terstruktur
Observasi Terstruktur adalah ditandai dengan perekaman data yang relatif sederhana, berhubung telah tersedianya format yang relatif rinci. Sebagai contoh dapat dikemukakan teknik bertanya yang digelar oleh guru dalam sesuatu episode pembelajaran, seperti (i) penyebaran pertanyaan kepada sebanyak mungkin siswa, (ii) jenis respons siswa karena ditunjuk atau mengajukan diri di samping (iii) respon guru terhadap jawaban siswa langsung ditangani sendiri atau dilemparkan kepada siswa lain. Dengan format rekaman yang relatif rinci pengamat tinggal membubuhkan tanda cacah (tallies) atau tanda-tanda lain sehingga gejala yang diamati terpetakan secara rapi.

4.      Observasi Sistematik
Dalam observasi sistematik pengkategorian kemungkinana bentuk dan jenis amatan distrukturkan secara lebih rinci lagi. Salah satu contoh dari observasi sistematik yang telah diketahui secara meluaas adalah format FIAC (Flanders’ Interaction Analysys Categories) yang memperkenalakan 3 kategori besar yaitu (i) teacher talk (ii) pupil talk, dan (iii) silence.
0 Comments
Tweets
Komentar

No comments:

Post a Comment